Rabu, 30 November 2011

UNAIDS strategy 2011-2015

UNAIDS strategy 2011-2015

Hari AIDS Sedunia 1 Desember

Perayaan Hari AIDS sedunia dirayakan pada tanggal 1 Desember setiap tahun. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran warga dunia akan pandemi AIDS; untuk mencari dukungan public bagi pencegahan penyebaran infeksi HIV; memberikan kesadaran dan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan menunjukkan kepedulian terhadap mereka yang terinfeksi HIV. Bagi para pemerhati dan aktivist AIDS, tanggal 1 Desember dipakai sebagai momen untuk pencarian dana, pembangunan kesadaran serta ajang kampanye untuk memerangi pandangan negatif terhadap orang yang terserang AIDS.

Kamis, 17 November 2011

Kebijakan Buta Gender dan Sadar Gender

Klasifikasi Kebijakan Gender
Naila Kabeer (1992) membuat 3 klasifikasi kebijakan gender yang bermanfaat bagi para pembuat kebijakan maupun praktisi untuk menilai sebuah kebijakan/program yang dibuat apakah buta gender ataukah secara sadar didasari oleh analisis gender. Klasifikasi kebijakan gender tersebut adalah: 1. Kebijakan Buta Gender dan 2. Kebijakan Sadar Gender.

Senin, 14 November 2011

Kerangka Analisis Harvard

Kerangka Analisis Harvard, disebut juga Kerangka Analisis Peran Gender, adalah kerangka analisis gender yang dikembangkan oleh Harvard Institute for International Development, AS yang bekerjasama dengan USAid dan dipublikasikan tahun 1985 pada saat dimana sangat populer “pendekatan efisiensi” di era  Perempuan dalam Pembangunan (Women in Development). 

Minggu, 13 November 2011

Hari Internasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Tanggal 25 Nopember adalah Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang dirayakan oleh kaum perempuan di seluruh dunia yang berjuang untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan. 
Tanggal 25 Nopember telah ditetapkan sebagai Majelis Umum PBB berdasarkan Resolusi 54/134 pada tahun 1999 sebagai peringatan bahwa kekerasan terhadap perempuan yang terjadi secara global merupakan hambatan bagi perempuan untuk mencapai kesetaraan di bidang hukum, sosial, politik, ekonomi dalam masyarakat.  

Selasa, 18 Oktober 2011

Perempuan Penerima Nobel 2 (2011- )


Hadiah Nobel atau Nobe Prize adalah penghargaan yang dianugerahkan oleh Royal Swedish Academy of Sciences, Swedia Academy, Karolinska Institute dan Komite Nobel Norwegia kepada mereka yang memberikan sumbangsih yang luar biasa di bidang Kimia, Fisika, Sastra, Perdamaian, Fisiologi atau Kedokteran dan Ekonomi.  Semua penghargaan kecuali penghargaan di bidang ekonomi diadakan atas inisiatif Alfred Nobel pada tahun1895 yang menyatakan bahwa penghargaan harus dikelola oleh Yayasan Nobel. Sedangkan Hadiah Nobel pada bidang Ekonomi atau yang disebut The Sveriges Riksbank Prize in Economic Sciences in Memory of Alfred Nobel, diadakan semenjak tahun 1968 oleh Sveriges Riksbank, bank sentral Swedia.  Penyerahaan penghargaan diadakan di Stockholm (untuk bidang Fisika, Kimia, Fisiologi atau Kedokteran, Sastra dan Ekonomi) dan Oslo (untuk bidang Perdamaian) dalam upacara tahunan 10 Desember yaitu hari ulang tahun kematian Nobel. 

Jumat, 30 September 2011

Victims, Perpetrators or Actors? Gender, Armed And Political Violence


Author: Caroline O.N. Moser & Fiona Clark
Publisher: Zed Books
Year: 2001
ISBN 10: 1856498972 / 1-85649-897-2
ISBN 13: 9781856498975
Pages: 217-235 halaman (termasuk referensi bibliografi dan lampiran)
Language: English


Abstract 
Meningkatnya konflik dan kekerasan politik berskala global menantang para ahli  dan praktisi pembangunan. Banyak negara yang telah mengalami konflik bersenjata berpuluh-puluh tahun, dan sementara yang lainnya hidup dibawah ancaman kekerasan politik yang tiada hentinya.  
Di dalam masa konflik bersenjata dan kekerasan politik tersebut,  persoalan-persoalan gender terjadi pada semua sektor masyarakat, tanpa memandang konteks politik, ekonomi atau sosial dan dan pengartikulasiannya atas situasi kekerasan politik dan konflik bersenjata. Akibatnya, dampak dari konflik bersenjata dan kekerasan politik atas relasi gender dan kesetaraan gender merupakan persoalan yang sangat krusial. 

Selasa, 31 Agustus 2010

Logframe dan Gender

Logframe adalah sebuah alat untuk melakukan analisis, presentasi dan manajemen yang bermanfaat bagi para perencana dan manager program. Sesuai dengan namanya, alat ini dibuat berdasarkan prinsip keterhubungan logis yang diatur untuk menghubungkan keterkaitan logis antara metode proyek (means) dengan tujuan akhirnya (ends). Logframe pada awalnya dipakai oleh Departemen Pertahanan-US dan diadopsi oleh USAID tahun 60-an dan sejak itu mulai dipakai dan dimodifikasi oleh badan donor bilateral, termasuk dari German, UK, EU, Canada dan Australia.

Rabu, 25 Agustus 2010

Monitoring dan Evaluasi Gender

Monitoring and Evaluation atau pemantauan dan evaluasi merupakan mekanisme yang penting dalam pelaksanaan suatu kebijakan karena berfungsi untuk mengukur dampak dari suatu aktivitas program pembangunan untuk suatu kelompok sasaran dan untuk menilai apakah tujuan-tujuan program tercapai. Untuk mengukur dampak pelaksanaan program-program gender maka alat ukurnya harus memakai alat ukur yang peka gender. Tergantung pada tujuan-tujuan dari suatu program, alat ukur Monitoring dan Evaluasi setidaknya dirancang atau dikembangkan untuk:

Laporan Penelitian Penghentian Kehamilan Tak Diinginkan Yang Berbasis Konseling

Laporan Penelitian Penghentian Kehamilan Tak Diinginkan Yang Berbasis Konseling
Penulis/Editor: Anita Rahman, Attashendartini Habsjah, et.al
Penyusun: Ninuk Widyantoro; Herna Lestari
Penerbit: Yayasan Kesehatan Perempuan
ISBN: 979 98825 0 8
Deskripsi Fisik: 74 halaman

Indonesia adalah salah satu negara yang menandatangani 2 kesepakatan internasional yaitu Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) 1994 dan Konperensi Perempuan Sedunia IV di Beijing 1995 untuk mengurangi angka kematian/kecacatan perempuan akibat aborsi tidak aman. Penelitian yang dilakukan di 9 kota di Indonesia ini menunjukkan bahwa alasan penghentian kehamilan lebih banyak oleh karena “kegagalan KB” dan alasan pesikososial yaitu alas an ketidaksiapan klien untuk hamil karena tekanan psikis dan sosial seperti jumlah anak yang sudah tak terlalu banyak, anak terakhir masih terlalu kecil, kecemasan yang tinggi bila kehamilan diketahui orang, dan takut tidak memenuhi tuntutan sekolah atau kantor. Ditemukan bahwa rata-rata perempuan dengan kehamilan tidak diinginkan

Francisca Fanggidaej

Francisca Fanggidaej adalah seorang perempuan Rote kelahiran NoEl Mina, Timor, NTT tahun 1925. Ayahnya bernama Gottlieb Fanggidaej, seorang pegawai tinggi Hindia Belanda dan ibunya adalah Magda MaEl, seorang ibu rumah tangga.  Ia adalah salah satu dari para eksil Indonesia yang terhalang kembali ke Indonesia karena meletusnya peristiwa 30 September 1965. Baru pada tahun 2003 ia bisa kembali ke Indonesia dan bertemu keluarganya setelah 40 tahun hidup di pengasingan. Kini ia tinggal di Belanda dan menjadi anggota Komite Indonesia Belanda dan adalah salah satu pendiri Stichting Azië Studies (Yayasan Studi Asia).

Jumat, 20 Agustus 2010

Keseimbangan Gender

Keseimbangan gender (gender balance) adalah keterwakilan yang sama dari perempuan dan laki-laki pada semua tingkat di semua daerah. Memajukan keseimbangan gender memerlukan dukungan nyata bagi partisipasi perempuan, termasuk pada semua tingkat dan tahapa pengambilan keputusan.

Kerentanan

Orang-orang yang hidupnya rentan adalah orang yang mudah sekali mengalami resiko bahaya tertentu seperti kekerasan, terutama kekerasan berbasis gender termasuk kekerasan seksual, sakit-penyakit, imobilitas, kemiskinan dan ketiadaan tempat berlindung. Orang-orang dengan kategori khusus tertentu seperti anak-anak, remaja/pemuda, orangtua, orang yang hidup dengan HIV dan AIDS, para difabel, kelompok LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transeksual dan homoseksual) serta mereka yang hidupnya dalam trauma dan pasca trauma memiliki kerentanannya tersendiri dan menghadapinya dengan caranya tersendiri dengan tingkat yang berbeda; mengalami konflik yang spesisik serta mempunyai kebutuhan yang khusus pula.

Eksploitasi dan Pelecehan Seksual


Berarti proses transaksi atau penukaran uang, tempat tinggal, makanan atau barang lain untuk pelayanan seks atau untuk kesenangan seksual dari seseorang yang berada dalam posisi yang rentan atau tak menguntungkan (eksploitasi) dan dilakukan dibawah ancaman atau paksaan dan dalam kondisi yang tidak setara.

Indikator

Indikator adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terukur, bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan, prestasi dan dampak. Indikator harus mengukur perubahan yang dihasilkan dari intervensi, proyek atau pelaksanaan program. Indikator yang sensitif jender memiliki fungsi khusus untuk menunjukkan perubahan yang berhubungan dengan jender dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Kegunaannya terletak pada kemampuannya untuk menunjukkan perubahan dalam status dan peran perempuan dan laki-laki dari waktu ke waktu, dan karena itu indikator yang sensitif gender menolong kita untuk menilai apakah kesetaraan gender sudah tercapai atau belum.

Maskulinitas

Maskulinitas adalah konsep-konsep gender tentang perilaku yang dibangun secara sosial dan pada umumnya terkait dengan laki-laki. Tidak ada satu model tunggal maskulinitas karena model maskulinitas diungkapkan secara berbeda pada suatu konteks budaya tertentu dan konteks waktu tertentu. Sama seperti perempuan, laki-laki yang mengekspresikan dirinya tidak sesuai dengan konsep maskulin yang hegemonik tentang laki-laki yang ideal juga mengalami penindasan dalam masyarakat yang patriarki.
Sumber: http://www.un-instraw.org

Gender-Specific Security Needs

Gender Specific Security Needs atau Kebutuhan khusus gender di bidang keamanan mengacu pada cara-cara di mana laki-laki, perempuan, perempuan dan anak-anak mengaalami persoalan keamanan secara berbeda. Kebutuhan-kebutuhan khusus gender di bidang keamanan ini terkait dengan tugas berdasarkan peran gender, hambatan struktural, dan biologi reproduksi.

Gender Focal Poin

Gender Focal Poin adalah staf yang ditugaskan untuk mendukung pengintegrasian perspektif gender dalam pekerjaan secara substantif  pada suatu departemen atau kantor.

Gender Based Violence

Gender-Based Violence (GBV) atau kekerasan berbasis gender adalah setiap tindakan yang merugikan seseorang berdasarkan kekuasaan yang diperoleh dari ketimpangan gender  untuk  mengeksploitir perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan adalah kelompok yang paling banyak menderita karena GBV, namun demikian GBV juga  dilakukan terhadap laki-laki, perempuan, anak perempuan dan anak laki-laki di semua negara, di semua budaya dan konteks, dimana GBV mencakup kekerasan secara fisik, seksual, psikologis, ekonomi dan sosial budaya. Contoh dari GBV antara lain meliputi pemerkosaan, perdagangan manusia, pembantaian berdasarkan jenis kelamin, penyunatan, dan kekerasan domestik.
Sumber: http://www.un-instraw.org

Feminisasi Migrasi

Makin bertambahnya partisipasi perempuan dalam migrasi. Sekarang ini perempuan semakin bebas melakukan perpindahan/migrasi secara independen serta tidak lagi berada dibawah pengawasan keluarga ataupun di bawah pengawasan laki-laki.Menurut catatan dari IOM, sekitar 48 persen dari total migran adalah perempuan.
Sumber: http://www.medinstgenderstudies.org/wp-content/uploads/Gender-Glossary-updated_final.pdf