Senin, 16 Agustus 2010

Gender, Kesetaraan dan Kesamaan

Gender, Kesetaraan dan Kesamaan (Gender Equality & Equity). 
Istilah ‘gender equity’ seringkali pemakaiannya bertukaran dengan ‘gender equality’. Perbedaan diantara kedua konsep ini mencerminkan adanya perbedaan pemahaman trentang perbedaan gender dan strategi yang memadai untuk memahaminya. 
Kesempatan gender yang sama (Gender Equality) mengandung arti bahwa perempuan mempunyai kesempatan yang sama dalam kehidupan sama dengan laki-laki, termasuk kemampuan untuk berpartisipasi di arena publik. Konsep ini berasal dari feminis liberal yang menolak diskriminasi dalam hal kesempatan bagi perempuan agar perempuan isa mendapatkan status yang setara dengan laki-laki. Dampaknya, kemajuan dalam hal status perempuan dianggap menentang norma laki-laki. Kebijakan dan peraturan tentang kesempatan yang sama mengatasi persoalan tersebut melalui indikator-indikator untuk meningkatkan partisipasi perempuan di ruang publik. Misalnya, di Chili Pelayanan Nasional Untuk Perempuan (SERNAM), mengembangkan Rencana Kesempatan Yang Sama untuk Perempuan Chili tahun 1994-1999. Rencana ini difokuskan pada partisipasi yang sama dalam
pendidikan, pasar tenaga kerja, layanan kesehatan dan politik. Reformasi hukum adalah instrumen yang penting untuk memperjuangkan kesetaraan tetapi lemah dalam implementasi dan penegakannya menghambat dampaknya. Akan tetapi, ini berfokus pada apa yang kadang-kadang disebut dnegan kesamaan, tidak secara langsung membutuhkan atau menjamin hasilnya. Diasumsikan bahwa ketika penghalang partisipasi diatasi, maka akan tersedia suatu kondisi untuk berpartisipasi. Konsep ini juga tidak mengakui bahwa realitas dan pengalaman perempuan berbeda dengan laki-laki.
Kesetaraan Gender berarti kesamaan dalam pencapaian kehidupan bagi perempuan dan laki-laki, dengan mengakui perbedaan kebutuhan dan keinginan antara perempuan dan laki-laki sehingga sangat ditekankan pentingnya redistribusi kuasa dan sumber daya. Tujuan dari Kesetaraan gender, seringkali disebut kesempatan substantif yang sama bergerak melampaui kesempatan yang sama dengan mensyaratkan perubahan yang transformatif.  Tujuan ini mengakui bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kebutuhan, kepentingan dan pilihan yang berbeda dan bahwa kesamaan dari hasil bisa saja membutuhkan perlakuan yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan. Pendekatan yang setara mengimplikasikan bahwa semua kebijakan dan intervensi pembangunan mestinya dianalisis demi kepentingan hasilnya bagi relasi gender. Ini juga membutuhkan sebuah pemikiran baru atas kebijakan dan program yang mempertimbangkan perbedaan realitas dan kepentingan perempuan dan laki-laki. Misalnya, mempertimbangkan kembali peraturan tentang ketenagaan kerja, sama halnya dengan program-program pembangunan, untuk mempertimbangkan peran reproduktif perempuan dan pekerjaan mereka yang lebih banyak pada bidang kerja yang tidak terlindungi, pekerjaan yang bersifat informal dan usaha berbasis rumah tangga. Penting untuk menguji isi dari kebijakan, tidak hanya bahasanya, sebelum memutuskan apakah pendekatan kesetaraan dan pendekataan kesamaan yang akan diikuti. Tujuan Kesetaraan Gender dilihat sebagai tujuan yang bersifat politis dari pada tujuan Kesamaan Gender, dan karena itu umumnya kurang diterima oleh agen-agen pembangunan mainstream.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar