Senin, 16 Agustus 2010

Kebutuhan Gender

Kebutuhan gender (gender needs) adalah konsep yang dikembangkan oleh C. Moser lebih lanjut dari konsep M. Molyneux (1985). Dasar pemikiran dari konsep ini adalah bahwa perempuan -sebagai sebuah kelompok- mempunyai kebutuhan yang khusus yang berbeda dengan kebutuhan laki-laki sebagai sebuah kelompok; ini bukan hanya disebabkan oleh 3 peran kerja perempuan (kerja reproduktif, kerja produktif dan kerja komunitas) tetapi juga karena posisi perempuan yang tersubordinat dari laki-laki dalam masyarakat.

- Kebutuhan Praktis Gender: pemenuhan kebutuhan ini akan menolong aktivitas dan hidup perempuan (atau laki-laki) tanpa melakukan perubahan pada sistim pembagian kerja berdasarkan gender atau tanpa menantang perubahan posisi subordinatif perempuan dalam masyarakat. Intervensi untuk memenuhi kebutuhan praktis ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang bersifat langsung dalam konteks tertentiu, seringkali kebutuhan ini berkaitan dengan kondisi hidup yang tidak layak. Kebutuhan praktis gender untuk kelompok perempuan misalnya: pengadaan air bersih, pelayanan kesehatan, kesempatan untuk meningkatkan pendapatan untuk pemenuhan
kebutuhan rumah tangga, penyediaan rumah dan layanan kebutuhan dasar, pembagian makanan, dst. Kebutuhan-kebutuhan seperti ini sering dianggap sebagai kebutuhan khusus perempuan karena merekalah yang dianggap bertanggung jawab untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga.
- Kebutuhan Strategis Gender: pemenuhan kebutuhan ini dimaksudkan untuk memperbaharui relasi kuasa yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan. Kebutuhan strategis gender ini diperlukan secara khusus bagi perempuan oleh karena posisi mereka yang subordinat. Kebutuhan ini berkaitan dengan pembagian kerja berdasarkan gender, kuasa dan kontrol. Kebutuhan strategis gender bagi perempuan antara lain mencakup persoalan-persoalan seperti hak atas hukum, kekerasan dalam rumah tangga, persamaan gaji, dan kontrol perempuan atas dirinya. Kebutuhan strategis gender bagi laki-laki antara lain seperti tranformasi peran mereka (dalam rangka dapat berpartisipasi dalam mengambil bagian dalam pengasuhan anak atau menolak untuk wajib militer), tranformasi dari tanggungjawab membayar ‘mas kawin’ yang mahal pada yang terjadi pada budaya tertentu, dll.

1 komentar:

  1. makasih materinya bermanfaat skali.
    https://cahayaniaya.blogspot.co.id/

    BalasHapus